Tentang Kami

LAHIRNYA “HERBALKU

Awalnya bermula di pertengahan tahun 2006 saya Brastoro menderita sakit di sekitar punggung. Usia saya saat itu 44 tahun. Saya masuk rumah sakit Mitra Barat Bekasi dan menginap 3 hari. Berbagai macam obat dari rumah sakit saya konsumsi, setelah kembali dari rumah sakit saya kembali kekantor dan berkonsultasi dengan teman mantan GM perusahaan obat terkenal di Indonesia. Ia menganjurkan untuk membuang semua obat tersebut. Kembali ke alam saja katanya. Saya termenung karena obat itu nilainya Rp 950.000 di tahun 2006 dan bagi saya nilai tersebut cukup besar dan obat tersebut dikeluarkan oleh RS terkenal. Apa gak salah nih anjuran teman. Gimana ya. Karena takut efek samping dari obat itu, ya sudah saya ambil keputusan untuk membuang obat tersebut.

Kemudian saya mencoba refleksi, katanya melalui refleksi akan ketahuan penyakit kita tanpa harus kita mengatakannya. Dan memang saat di refleksi semua yang dipijat sakit semua mulai dari kepala katanya migren, mata, darah ada gejala kencing manis, lambung dll. Tukang refleksinya mengatakannya ke saya, jika saya ingin sembuh harus di reflleksi setiap minggu. Karena saya takut akan sakitnya maka refleksi kedua saya lakukan setelah berselang 2 bulan, namun ternyata sakitnya masih sama seperti yang pertama. Rasa sakitnya bisa membuat kita menangis. Trauma saya karena sakitnya. Tapi karena ingin sembuh maka saya tetap akan berani di refleksi lagi saat keberanian itu muncul.

Karena anjuran teman untuk mencari pengobatan melalui herbal maka sayapun tergerak untuk mulai membaca berbagai buku tentang herbal baik yang diterbitkan secara komersial di Toko Buku Gramedia maupun yang diterbitkan oleh Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan Departemen Kesehatan. Mengunjungi ahli herbal baik yang ada di Jakarta sampai yang ada di Bogor. Mulailah saya mengadakan riset herbal kecil-kecilan. Mencoba membuat dan merasakan herbal terus menerus. Uji herbalku sampai saat ini masih empiris dan ijin dari pihak yang berwenang sedang dalam proses. Mulailah saya mengkonsumsi herbal yang saya buat sendiri dan akhirnya saya beri nama HERBALKU. Herbalku rasanya agak pahit tapi tidak terlalu pahit. Saya sering mengatakan kepada konsumen pahitnya hanya 5 detik saat di mulut tapi manisnya bisa seumur hidup karena badan selalu sehat. Saya mengkonsumsi sekitar 2 bulan sejak refleksi yang kedua. Dan saya beranikan diri untuk di refleksi yang ketiga kalinya walaupun hati kecil sebenarnya masih trauma dengan sakit yang luar biasa. Kebetulan yang mau refleksi saat itu bersama teman-teman sehingga keberanian muncul. Ada 7 orang yang mau di refleksi saat itu, semua yang di refleksi menjerit karena sakit seperti saat saya di refleksi yang pertama dan kedua. Lama waktu refleksi sekitar 30 menit. Dan itu waktu yang sangat lama sekali. Saat saya akan di refleksi perasaan masih takut sekali. Ternyata saat di refleksi selama 30 menit tidak ada sakit sedikitpun padahal Pak De,  panggilan orang yang merefleksi, melakukan pijatan refleksi dengan sangat keras.

Alhamdulillah, kok bisa begini ya. Pak De pun heran kok pak Brastoro beda sekarang. Wah sehat sekali sekarang, katanya. Saat itupun tidak saya informasikan kepada teman-teman saya tentang herbal yang saya buat. Sejak saat itulah saya mulai mengkonsumsi secara teratur untuk diri sendiri dan keluarga. Sekali-kali diberikan kepada teman bila teman merasa kurang sehat. Hanya keluarga dan teman sajalah yang mengkonsumsinya selama 3 tahun yaitu sejak 2006 sampai tahun 2009. Jadi HERBALKU sebenarnya sudah ada sejak 2006. Sejak Agustus 2009 mulailah HERBALKU diperkenalkan sebagai produk yang dijual. Dalam hatipun berpikir apakah laku ya herbal cair dijual kepada masyarakat yang sangat modern. Ternyata hasil dari testimoni (baca testimoni) banyak yang mencengangkan, sehingga perlahan-lahan animo masyarakat mulai banyak. Permintaan luar kota mulai ada. Sampai saat ini pengiriman bisa dilayani dari Sumatra Selatan sampai Bali.

%d bloggers like this: